Minggu, 15 Desember 2019
GOKIL, SAPI masuk rumah dengan DUDUK LESEHAN, tidak bisa diusir
Sapi merupakan hewan ternak anggota suku Bovidae dan anak suku Bovinae.
Sapi yang telah dikebiri dan biasanya digunakan untuk membajak sawah dinamakan lembu.
Sapi sebagai hewan ternak biasanya untuk dimanfaatkan susudan dagingnya sebagai pangan manusia.
Namun ada juga bagian tubuh sapi lainnya yang bisa dimanfaatkan seperti kulit, jeroan, tanduk, sampai kotorannya.
Si sejumlah tempat, sapi juga biasa dimanfaatkan untuk penggerak alat transportasi, pengolahan lahan tanam atau pembajakan, serta alat industri lain seperti peremas tebu.
Karena begitu banyak manfaatnya, sapi telah menjadi bagian penting dari berbagai kebudayaan manusia sejak lama.
Kebanyakan, sapi ternak merupakan keturunan dari jenis liar yang dikenal sebagai Auerochse atau Urochse yang dalam Bahasa Jerman berarti sapi kuno.
Sapi ini memiliki nama ilmiah Bos primigenius yang sudah punah di Eropa sejak 1627.
Meski begitu, terdapat beberapa spesies sapi liar lain yang keturunannya didomestikasi, termasuk sapi bali yang juga diternakkan di Indonesia.
Sapi yang telah dikebiri dan biasanya digunakan untuk membajak sawah dinamakan lembu.
Sapi sebagai hewan ternak biasanya untuk dimanfaatkan susudan dagingnya sebagai pangan manusia.
Namun ada juga bagian tubuh sapi lainnya yang bisa dimanfaatkan seperti kulit, jeroan, tanduk, sampai kotorannya.
Si sejumlah tempat, sapi juga biasa dimanfaatkan untuk penggerak alat transportasi, pengolahan lahan tanam atau pembajakan, serta alat industri lain seperti peremas tebu.
Karena begitu banyak manfaatnya, sapi telah menjadi bagian penting dari berbagai kebudayaan manusia sejak lama.
Kebanyakan, sapi ternak merupakan keturunan dari jenis liar yang dikenal sebagai Auerochse atau Urochse yang dalam Bahasa Jerman berarti sapi kuno.
Sapi ini memiliki nama ilmiah Bos primigenius yang sudah punah di Eropa sejak 1627.
Meski begitu, terdapat beberapa spesies sapi liar lain yang keturunannya didomestikasi, termasuk sapi bali yang juga diternakkan di Indonesia.
acara pelamaran
Lamaran pernikahan adalah acara di mana satu orang dalam suatu hubungan meminta pasangannya untuk menikah. Jika diterima, itu menandai dimulainya pertunangan mereka, janji bersama untuk menikah di masa depan.
Jalan jalan dan Suasana grend mall maros
Jalan-jalan adalah suatu perjalanan dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan tujuan untuk berpindah tempat, tetap sebaian orang sering mengartikan bahwa jalan-jalan diartikan ravelling untuk refreshing. Dengan tujuan untuk menghilangkan kepenatan pikiran yang disebabkan oleh kesibukan lingkungan, keluarga dan terlebih lagi pekerjaan yang ditekuni setiap hari.
Persiapan pembukaan HARI PANGAN SEDUNIA KENDARI
Peringatan HPS XXXIX ini diselenggarakan di Kendari pada tanggal 2-5 November 2019, dengan Tema: "Teknologi Industri Pertanian dan Pangan menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia
Pameran stand kota bau bau hari pangan sedunia di kendari
Peringatan HPS XXXIX ini diselenggarakan di Kendari pada tanggal 2-5 November 2019, dengan Tema: "Teknologi Industri Pertanian dan Pangan menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia
Pameran sapi dari gabah hari pangan sedunia di kendari
Peringatan HPS XXXIX ini diselenggarakan di Kendari pada tanggal 2-5 November 2019, dengan Tema: "Teknologi Industri Pertanian dan Pangan menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia
Pameran Melon putih dan kuning hari pangan sedunia di kendari
Peringatan HPS XXXIX ini diselenggarakan di Kendari pada tanggal 2-5 November 2019, dengan Tema: "Teknologi Industri Pertanian dan Pangan menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”.
Sabtu, 14 Desember 2019
Jumat, 13 Desember 2019
Pameran buah jeruk berbentuk kotak hari pangan sedunia
Banyak sayur dan buah yang berbentuk bundar, seperti kol, anggur, apel, maupun paprika.
Selain bundar, ada juga buah maupun sayur yang bentuknya memanjang, misalnya terung, timun, sampai pare.
Sayur juga banyak yang berbentuk dedaunan, seperti selada, bayam, kangkung, atau seledri. Namun ada juga sayur yang bentuknya tidak biasa, seperti brokoli dan bunga kol, teman-teman.
Selain bundar, ada juga buah maupun sayur yang bentuknya memanjang, misalnya terung, timun, sampai pare.
Sayur juga banyak yang berbentuk dedaunan, seperti selada, bayam, kangkung, atau seledri. Namun ada juga sayur yang bentuknya tidak biasa, seperti brokoli dan bunga kol, teman-teman.
Pameran Aquaponik hari pangan sedunia kota kendari
Aquaponik merupakan sebuah alternatif menanam tanaman dan memelihara ikan dalam satu wadah. Proses dimana tanaman memanfaatkan unsur hara yang berasal dari kotoran ikan yang apabila dibiarkan di dalam kolam akan menjadi racun bagi ikannya. Lalu tanaman akan berfungsi sebagai filter vegetasi yang akan mengurai zat racun tersebut menjadi zat yang tidak berbahaya bagi ikan, dan suplai oksigen pada air yang digunakan untuk memelihara ikan. Dengan siklus ini akan terjadi siklus saling menguntungkan dan bagi kita yang mengaplikasikanya tentu saja akan sangat menguntungkan sekali, karena lahan yang dipakai tidak akan terlalu luas.
makan dirumah lebih enak dan sehat daripada makan di luar
Makan di luar memang lebih praktis dan lebih enak. Anda tidak perlu repot-repot memasak, tidak perlu repot membersihkan peralatan memasak, serta Anda bisa makan apapun yang sedang Anda inginkan. Anda tentu juga tahu bahwa makan di luar sebenarnya kurang baik bagi kesehatan Anda. Karena bagaimanapun, kebersihan dan kualitas makanan yang Anda masak sendiri tentu lebih terjamin. Namun, makan di luar memang dapat menimbulkan masalah kesehatan
Festival Nambo Ajang Pameran Edukasi dan Budaya Kendari, Duta Asing dan ...
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir secara resmi telah membuka Festival Nambo sebagai ajang pameran edukasi dan kebudayaan setempat yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota di Pantai Nambo Kelurahan Nambo Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Minggu (3/11/2019) yang akan berlangsung selama dua hari kedepan 3-4 November 2019.
Dalam acara festival ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota menampilkan beberapa tarian kebudayaan khas dari Kota Kendari atau Sulawesi Tenggara seperti lulo kreasi, musik bambu dan lomba fashion show pariwisata. Juga menggelar beberapa lomba edukasi seperti mewarnai tingkat kanak-kanak, drum band tingkat SMP dan industri ekraf (ekonomi kreatif).
Pada penyelenggaraan Festival Nambo kali ini, turut hadir beberapa tamu delegasi Hari Pangan Sedunia dari berbagai daerah yaitu perwakilan delegasi HPS Kabupaten Enrekang, Papua Barat, Sorong, Maluku Utara, Sumedang, dan Perwakilan DKI, serta hadir delegasi duta besar dari Negara Armenia.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, mengatakan sengaja penyelenggaran festival nambo ini diselenggarakan bersamaan dengan pelaksanaan hari pangan sedunia, supaya tamu-tamu dari berbagai daerah punya alternatif acara selain menyaksikan berbagai acara pameran yang disediakan di HPS.
” Beberapa waktui lalu ketika panitia berkonsultasi, sengaja saya mengarahkan supaya dilaksanakan bersamaan dengan HPS, supaya tamu-tamu dari berbagai daerah bisa menyaksikan pargelaran budaya di festival nambo, sebagai ajang promosi, memperkenalkan berbagai kearifan lokal dan kekayaan budaya yang kita miliki di kota kendari,” ungkap Sulkarnain saat membuka acara festival pantai nambo, Minggu (3/11/2019).
Duta besar dari negara Armenia (kemeja putih dan merah tengah) saat hadir dan menyaksikan acara Festival Nambo (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)
Memang benar, kata Sulkarnain, posisi Kota Kendari sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, dihuni berbagai etnis, bahkan hampir berbagai etnis di indonesia ada di kendari. Tetapi tentu tidak harus melupakan bahwa kendari memiliki akar budaya, memiliki asal-usul budaya yang tumbuh sejak kendari mulai dikenal oleh penjajah Belanda kala itu, hingga diusianya sekarang ke – 188 tahun.
“Sengaja kita selenggarakan agenda ini agar sejarah ditemukannya teluk kota kendari akan terus kita kenalkan, kita promosikan, sehingga budaya yang ada di kota kendari ini bisa terus lestari, dikenang oleh anak cucu kita, hingga bisa dikembangkan pada masa-masa yang akan datang,” katanya.
Dalam acara festival ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota menampilkan beberapa tarian kebudayaan khas dari Kota Kendari atau Sulawesi Tenggara seperti lulo kreasi, musik bambu dan lomba fashion show pariwisata. Juga menggelar beberapa lomba edukasi seperti mewarnai tingkat kanak-kanak, drum band tingkat SMP dan industri ekraf (ekonomi kreatif).
Pada penyelenggaraan Festival Nambo kali ini, turut hadir beberapa tamu delegasi Hari Pangan Sedunia dari berbagai daerah yaitu perwakilan delegasi HPS Kabupaten Enrekang, Papua Barat, Sorong, Maluku Utara, Sumedang, dan Perwakilan DKI, serta hadir delegasi duta besar dari Negara Armenia.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, mengatakan sengaja penyelenggaran festival nambo ini diselenggarakan bersamaan dengan pelaksanaan hari pangan sedunia, supaya tamu-tamu dari berbagai daerah punya alternatif acara selain menyaksikan berbagai acara pameran yang disediakan di HPS.
” Beberapa waktui lalu ketika panitia berkonsultasi, sengaja saya mengarahkan supaya dilaksanakan bersamaan dengan HPS, supaya tamu-tamu dari berbagai daerah bisa menyaksikan pargelaran budaya di festival nambo, sebagai ajang promosi, memperkenalkan berbagai kearifan lokal dan kekayaan budaya yang kita miliki di kota kendari,” ungkap Sulkarnain saat membuka acara festival pantai nambo, Minggu (3/11/2019).
Duta besar dari negara Armenia (kemeja putih dan merah tengah) saat hadir dan menyaksikan acara Festival Nambo (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)
Memang benar, kata Sulkarnain, posisi Kota Kendari sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, dihuni berbagai etnis, bahkan hampir berbagai etnis di indonesia ada di kendari. Tetapi tentu tidak harus melupakan bahwa kendari memiliki akar budaya, memiliki asal-usul budaya yang tumbuh sejak kendari mulai dikenal oleh penjajah Belanda kala itu, hingga diusianya sekarang ke – 188 tahun.
“Sengaja kita selenggarakan agenda ini agar sejarah ditemukannya teluk kota kendari akan terus kita kenalkan, kita promosikan, sehingga budaya yang ada di kota kendari ini bisa terus lestari, dikenang oleh anak cucu kita, hingga bisa dikembangkan pada masa-masa yang akan datang,” katanya.
lokasi hari pangan sedunia di anggata konsel
PERINGATAN HARI PANGAN SEDUNIA XXXIX DI KENDARI
Sunday, 03 November 2019 Hits: 349
Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menggelar Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang merupakan salah satu agenda tahunan Kementan.
Peringatan HPS XXXIX ini diselenggarakan di Kendari pada tanggal 2-5 November 2019, dengan Tema: "Teknologi Industri Pertanian dan Pangan menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”.
Kegiatan HPS diselenggarakan di dua lokasi yaitu di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan berupa gelar inovasi tekonologi pertanian dan di Lapangan MTQ Kota Kendari berupa pameran inovasi teknologi pertanian.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, saat pembukaan HPS menegaskan bahwa Presiden Jokowi sangat memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan sektor pertanian dan berharap sektor pertanian mampu menyediakan pangan secara nasional dan bahkan dunia. Semangat Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2019 harus menjadi konsolidasi emosional semua pihak bahwa masalah pertanian adalah masalah kita bersama.
Pameran berlangsung meriah, diikuti oleh Kementerian Pertanian dan Seluruh Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia.
Sunday, 03 November 2019 Hits: 349
Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menggelar Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang merupakan salah satu agenda tahunan Kementan.
Peringatan HPS XXXIX ini diselenggarakan di Kendari pada tanggal 2-5 November 2019, dengan Tema: "Teknologi Industri Pertanian dan Pangan menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”.
Kegiatan HPS diselenggarakan di dua lokasi yaitu di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan berupa gelar inovasi tekonologi pertanian dan di Lapangan MTQ Kota Kendari berupa pameran inovasi teknologi pertanian.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, saat pembukaan HPS menegaskan bahwa Presiden Jokowi sangat memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan sektor pertanian dan berharap sektor pertanian mampu menyediakan pangan secara nasional dan bahkan dunia. Semangat Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2019 harus menjadi konsolidasi emosional semua pihak bahwa masalah pertanian adalah masalah kita bersama.
Pameran berlangsung meriah, diikuti oleh Kementerian Pertanian dan Seluruh Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia.
koleksi kupu kupu hari pangan sedunia kota kendari
Secara sederhana, kupu-kupu dibedakan dari ngengat alias kupu-kupu malam berdasarkan waktu aktifnya dan ciri-ciri fisiknya. Kupu-kupu umumnya aktif di waktu siang (diurnal), sedangkan ngengat kebanyakan aktif di waktu malam (nocturnal). Kupu-kupu beristirahat atau hinggap dengan menegakkan sayapnya, ngengat hinggap dengan membentangkan sayapnya. Kupu-kupu biasanya memiliki warna yang indah cemerlang, ngengat cenderung gelap, kusam atau kelabu. Meski demikian, perbedaan-perbedaan ini selalu ada perkecualiannya, sehingga secara ilmiah tidak dapat dijadikan pegangan yang pasti. (van Mastrigt dan Rosariyanto, 2005).
Kupu-kupu dan ngengat amat banyak jenisnya, di Pulau Jawa dan Pulau Bali saja tercatat lebih dari 600 spesies kupu-kupu. Jenis ngengatnya sejauh ini belum pernah dibuatkan daftar lengkapnya, akan tetapi diduga ada ratusan jenis (Whitten dkk., 1999). Kupu-kupu pun menjadi salah satu dari sedikit jenis serangga yang tidak berbahaya bagi manusia.
Kupu-kupu dan ngengat amat banyak jenisnya, di Pulau Jawa dan Pulau Bali saja tercatat lebih dari 600 spesies kupu-kupu. Jenis ngengatnya sejauh ini belum pernah dibuatkan daftar lengkapnya, akan tetapi diduga ada ratusan jenis (Whitten dkk., 1999). Kupu-kupu pun menjadi salah satu dari sedikit jenis serangga yang tidak berbahaya bagi manusia.
Hiasan bunga Hari Pangan Sedunia kota kendari
Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 16 Oktober, tanggal ketika Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, didirikan pada tahun 1945.
Hari Pangan Sedunia didirikan oleh negara-negara anggota FAO pada konferensi umum ke-20 bulan November 1979. Delegasi Hongaria Menteri Pertanian dan Pangan, Dr. Pal Romany berperan penting pada konferensi tersebut dan mengusulkan ide perayaan Hari Pangan Sedunia. Hal ini telah diperhatikan setiap tahun di lebih dari 150 negara, meningkatkan kepedulian terhadap masalah kemiskinan dan kelaparan.
Sejak tahun 1981, Hari Pangan Sedunia mengadopsi berbagai tema untuk perayaan tiap tahunnya dengan tujuan menekankan pada bagian penting dari dunia pangan yang memerlukan perhatian khusus.
Tahun Tema Terjemahan
2018 Our actions are our future Aksi kita masa depan kita
2017 Change the future of migration. Invest in food security
and rural development.
Ubah masa depan migrasi. Investasikan pada keamanan pangan dan
pengembangan rural
2016 Climate change: "Climate is changing. Food and agriculture must too" Perubahan iklim: "Iklim sedang berubah. Pangan dan pertanian juga harus berubah"
2015 Social Protection and Agriculture: Breaking the Cycle of Rural Poverty Perlindungan sosial dan pertanian: Menghentikan lingkaran kemiskinan desa.
2014 Family Farming: "Feeding the world, caring for the earth" Pertanian keluarga: "Memberi makan dunia, merawat bumi"
2013 Sustainable Food Systems for Food Security and Nutrition Tata pangan berkesinambungan untuk keamanan pangan dan gizi
2012 Agricultural cooperatives – key to feeding the world Kerja sama pertanian – kunci untuk memberi makanan ke dunia
2011 Food prices - from crisis to stability Harga pangan – dari krisis hingga stabilitas
2010 United against hunger Bersatu melawan kelaparan
2009 Achieving food security in times of crisis Mencapai keamanan pangan pada masa krisis
2008 World Food Security: the Challenges of Climate Change and Bioenergy Keamanan Pangan Dunia: Tantangan Perubahan Iklim dan Bioenergi
2007 The Right to Food Hak untuk Pangan
2006 Investing in agriculture for food security Berinvestasi di agrikultura untuk keamanan pangan
2005 Agriculture and Intercultural Dialogue Agrikultura dan Dialog Antar Budaya
2004 Biodiversity for Food Security Biodiversitas untuk Keamanan Pangan
2003 Working Together for an International Alliance Against Hunger Bekerja Bersama-sama untuk Aliansi Internasional Melawan Kelaparan
2002 Water: Source of Food Security Air: Sumber Keamanan Pangan
2001 Fight Hunger to Reduce Poverty Lawan Kelaparan untuk Mengurangi Kemiskinan
2000 A Millennium Free from Hunger Satu Milenia Bebas dari Kelaparan
1999 Youth Against Hunger Pemuda Melawan Kelaparan
1998 Women Feed The World Wanita Memberi Makan Dunia
1997 Investing in Food Security Berinvestasi di Keamanan pangan
1996 Fighting Hunger and Malnutrition Melawan Kelaparan dan Malagizi
1995 Food For All Pangan untuk Semua
1994 Water For Life Air untuk Kehidupan
1993 Harvesting Nature's Diversity Menuai Diversitas Alam
1992 Food and Nutrition Pangan dan Nutrisi
1991 Trees for Life Pepohonan untuk Kehidupan
1990 Food for the Future Pangan untuk Masa Depan
1989 Food and the Environment Pangan dan Lingkungan
1988 Rural Youth Pemuda Desa
1987 Small Farmers Petani-petani Kecil
1986 Fishermen and Fishing Communities Nelayan dan Komunitas Nelayan
1985 Rural Poverty Kemiskinan Desa
1984 Women in Agriculture Wanita dalam Agrikultura
1983 Food Security Keamanan Pangan
1982 Food Comes First Pangan Adalah Utama
1981 Food Comes First Pangan Adalah Utama
Perhatikan bahwa ketahanan pangan (food security) paling sering menjadi tema dalam perayaan Hari Pangan Sedunia. Hal ini penting karena ketahanan pangan merefleksikan kemampuan rata-rata individu untuk mendapatkan makanan dan ketersediannya. Bahkan hal ini dibahas dalam puncak pertemuan dunia mengenai ketahanan pangan yang diajukan direktur FAO Jenderal Jaques Diouf.
Hari Pangan Sedunia didirikan oleh negara-negara anggota FAO pada konferensi umum ke-20 bulan November 1979. Delegasi Hongaria Menteri Pertanian dan Pangan, Dr. Pal Romany berperan penting pada konferensi tersebut dan mengusulkan ide perayaan Hari Pangan Sedunia. Hal ini telah diperhatikan setiap tahun di lebih dari 150 negara, meningkatkan kepedulian terhadap masalah kemiskinan dan kelaparan.
Sejak tahun 1981, Hari Pangan Sedunia mengadopsi berbagai tema untuk perayaan tiap tahunnya dengan tujuan menekankan pada bagian penting dari dunia pangan yang memerlukan perhatian khusus.
Tahun Tema Terjemahan
2018 Our actions are our future Aksi kita masa depan kita
2017 Change the future of migration. Invest in food security
and rural development.
Ubah masa depan migrasi. Investasikan pada keamanan pangan dan
pengembangan rural
2016 Climate change: "Climate is changing. Food and agriculture must too" Perubahan iklim: "Iklim sedang berubah. Pangan dan pertanian juga harus berubah"
2015 Social Protection and Agriculture: Breaking the Cycle of Rural Poverty Perlindungan sosial dan pertanian: Menghentikan lingkaran kemiskinan desa.
2014 Family Farming: "Feeding the world, caring for the earth" Pertanian keluarga: "Memberi makan dunia, merawat bumi"
2013 Sustainable Food Systems for Food Security and Nutrition Tata pangan berkesinambungan untuk keamanan pangan dan gizi
2012 Agricultural cooperatives – key to feeding the world Kerja sama pertanian – kunci untuk memberi makanan ke dunia
2011 Food prices - from crisis to stability Harga pangan – dari krisis hingga stabilitas
2010 United against hunger Bersatu melawan kelaparan
2009 Achieving food security in times of crisis Mencapai keamanan pangan pada masa krisis
2008 World Food Security: the Challenges of Climate Change and Bioenergy Keamanan Pangan Dunia: Tantangan Perubahan Iklim dan Bioenergi
2007 The Right to Food Hak untuk Pangan
2006 Investing in agriculture for food security Berinvestasi di agrikultura untuk keamanan pangan
2005 Agriculture and Intercultural Dialogue Agrikultura dan Dialog Antar Budaya
2004 Biodiversity for Food Security Biodiversitas untuk Keamanan Pangan
2003 Working Together for an International Alliance Against Hunger Bekerja Bersama-sama untuk Aliansi Internasional Melawan Kelaparan
2002 Water: Source of Food Security Air: Sumber Keamanan Pangan
2001 Fight Hunger to Reduce Poverty Lawan Kelaparan untuk Mengurangi Kemiskinan
2000 A Millennium Free from Hunger Satu Milenia Bebas dari Kelaparan
1999 Youth Against Hunger Pemuda Melawan Kelaparan
1998 Women Feed The World Wanita Memberi Makan Dunia
1997 Investing in Food Security Berinvestasi di Keamanan pangan
1996 Fighting Hunger and Malnutrition Melawan Kelaparan dan Malagizi
1995 Food For All Pangan untuk Semua
1994 Water For Life Air untuk Kehidupan
1993 Harvesting Nature's Diversity Menuai Diversitas Alam
1992 Food and Nutrition Pangan dan Nutrisi
1991 Trees for Life Pepohonan untuk Kehidupan
1990 Food for the Future Pangan untuk Masa Depan
1989 Food and the Environment Pangan dan Lingkungan
1988 Rural Youth Pemuda Desa
1987 Small Farmers Petani-petani Kecil
1986 Fishermen and Fishing Communities Nelayan dan Komunitas Nelayan
1985 Rural Poverty Kemiskinan Desa
1984 Women in Agriculture Wanita dalam Agrikultura
1983 Food Security Keamanan Pangan
1982 Food Comes First Pangan Adalah Utama
1981 Food Comes First Pangan Adalah Utama
Perhatikan bahwa ketahanan pangan (food security) paling sering menjadi tema dalam perayaan Hari Pangan Sedunia. Hal ini penting karena ketahanan pangan merefleksikan kemampuan rata-rata individu untuk mendapatkan makanan dan ketersediannya. Bahkan hal ini dibahas dalam puncak pertemuan dunia mengenai ketahanan pangan yang diajukan direktur FAO Jenderal Jaques Diouf.
Kamis, 12 Desember 2019
festival nambo persiapan
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir secara resmi telah membuka Festival Nambo sebagai ajang pameran edukasi dan kebudayaan setempat yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota di Pantai Nambo Kelurahan Nambo Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Minggu (3/11/2019) yang akan berlangsung selama dua hari kedepan 3-4 November 2019.
Dalam acara festival ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota menampilkan beberapa tarian kebudayaan khas dari Kota Kendari atau Sulawesi Tenggara seperti lulo kreasi, musik bambu dan lomba fashion show pariwisata. Juga menggelar beberapa lomba edukasi seperti mewarnai tingkat kanak-kanak, drum band tingkat SMP dan industri ekraf (ekonomi kreatif).
Pada penyelenggaraan Festival Nambo kali ini, turut hadir beberapa tamu delegasi Hari Pangan Sedunia dari berbagai daerah yaitu perwakilan delegasi HPS Kabupaten Enrekang, Papua Barat, Sorong, Maluku Utara, Sumedang, dan Perwakilan DKI, serta hadir delegasi duta besar dari Negara Armenia.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, mengatakan sengaja penyelenggaran festival nambo ini diselenggarakan bersamaan dengan pelaksanaan hari pangan sedunia, supaya tamu-tamu dari berbagai daerah punya alternatif acara selain menyaksikan berbagai acara pameran yang disediakan di HPS.
” Beberapa waktui lalu ketika panitia berkonsultasi, sengaja saya mengarahkan supaya dilaksanakan bersamaan dengan HPS, supaya tamu-tamu dari berbagai daerah bisa menyaksikan pargelaran budaya di festival nambo, sebagai ajang promosi, memperkenalkan berbagai kearifan lokal dan kekayaan budaya yang kita miliki di kota kendari,” ungkap Sulkarnain saat membuka acara festival pantai nambo, Minggu (3/11/2019).
Dalam acara festival ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota menampilkan beberapa tarian kebudayaan khas dari Kota Kendari atau Sulawesi Tenggara seperti lulo kreasi, musik bambu dan lomba fashion show pariwisata. Juga menggelar beberapa lomba edukasi seperti mewarnai tingkat kanak-kanak, drum band tingkat SMP dan industri ekraf (ekonomi kreatif).
Pada penyelenggaraan Festival Nambo kali ini, turut hadir beberapa tamu delegasi Hari Pangan Sedunia dari berbagai daerah yaitu perwakilan delegasi HPS Kabupaten Enrekang, Papua Barat, Sorong, Maluku Utara, Sumedang, dan Perwakilan DKI, serta hadir delegasi duta besar dari Negara Armenia.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, mengatakan sengaja penyelenggaran festival nambo ini diselenggarakan bersamaan dengan pelaksanaan hari pangan sedunia, supaya tamu-tamu dari berbagai daerah punya alternatif acara selain menyaksikan berbagai acara pameran yang disediakan di HPS.
” Beberapa waktui lalu ketika panitia berkonsultasi, sengaja saya mengarahkan supaya dilaksanakan bersamaan dengan HPS, supaya tamu-tamu dari berbagai daerah bisa menyaksikan pargelaran budaya di festival nambo, sebagai ajang promosi, memperkenalkan berbagai kearifan lokal dan kekayaan budaya yang kita miliki di kota kendari,” ungkap Sulkarnain saat membuka acara festival pantai nambo, Minggu (3/11/2019).
Langganan:
Postingan (Atom)