Jumat, 13 Desember 2019

koleksi kumbang pameran hari pangan sedunia di kendari

Jalan-jalan Keliling kota kendari

Kelapa kopyor pameran hari pangan sedunia

Hiasan bunga Hari Pangan Sedunia kota kendari

Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 16 Oktober, tanggal ketika Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, didirikan pada tahun 1945.



Hari Pangan Sedunia didirikan oleh negara-negara anggota FAO pada konferensi umum ke-20 bulan November 1979. Delegasi Hongaria Menteri Pertanian dan Pangan, Dr. Pal Romany berperan penting pada konferensi tersebut dan mengusulkan ide perayaan Hari Pangan Sedunia. Hal ini telah diperhatikan setiap tahun di lebih dari 150 negara, meningkatkan kepedulian terhadap masalah kemiskinan dan kelaparan.



Sejak tahun 1981, Hari Pangan Sedunia mengadopsi berbagai tema untuk perayaan tiap tahunnya dengan tujuan menekankan pada bagian penting dari dunia pangan yang memerlukan perhatian khusus.



Tahun Tema Terjemahan

2018 Our actions are our future Aksi kita masa depan kita

2017 Change the future of migration. Invest in food security

and rural development.



Ubah masa depan migrasi. Investasikan pada keamanan pangan dan

pengembangan rural



2016 Climate change: "Climate is changing. Food and agriculture must too" Perubahan iklim: "Iklim sedang berubah. Pangan dan pertanian juga harus berubah"

2015 Social Protection and Agriculture: Breaking the Cycle of Rural Poverty Perlindungan sosial dan pertanian: Menghentikan lingkaran kemiskinan desa.

2014 Family Farming: "Feeding the world, caring for the earth" Pertanian keluarga: "Memberi makan dunia, merawat bumi"

2013 Sustainable Food Systems for Food Security and Nutrition Tata pangan berkesinambungan untuk keamanan pangan dan gizi

2012 Agricultural cooperatives – key to feeding the world Kerja sama pertanian – kunci untuk memberi makanan ke dunia

2011 Food prices - from crisis to stability Harga pangan – dari krisis hingga stabilitas

2010 United against hunger Bersatu melawan kelaparan

2009 Achieving food security in times of crisis Mencapai keamanan pangan pada masa krisis

2008 World Food Security: the Challenges of Climate Change and Bioenergy Keamanan Pangan Dunia: Tantangan Perubahan Iklim dan Bioenergi

2007 The Right to Food Hak untuk Pangan

2006 Investing in agriculture for food security Berinvestasi di agrikultura untuk keamanan pangan

2005 Agriculture and Intercultural Dialogue Agrikultura dan Dialog Antar Budaya

2004 Biodiversity for Food Security Biodiversitas untuk Keamanan Pangan

2003 Working Together for an International Alliance Against Hunger Bekerja Bersama-sama untuk Aliansi Internasional Melawan Kelaparan

2002 Water: Source of Food Security Air: Sumber Keamanan Pangan

2001 Fight Hunger to Reduce Poverty Lawan Kelaparan untuk Mengurangi Kemiskinan

2000 A Millennium Free from Hunger Satu Milenia Bebas dari Kelaparan

1999 Youth Against Hunger Pemuda Melawan Kelaparan

1998 Women Feed The World Wanita Memberi Makan Dunia

1997 Investing in Food Security Berinvestasi di Keamanan pangan

1996 Fighting Hunger and Malnutrition Melawan Kelaparan dan Malagizi

1995 Food For All Pangan untuk Semua

1994 Water For Life Air untuk Kehidupan

1993 Harvesting Nature's Diversity Menuai Diversitas Alam

1992 Food and Nutrition Pangan dan Nutrisi

1991 Trees for Life Pepohonan untuk Kehidupan

1990 Food for the Future Pangan untuk Masa Depan

1989 Food and the Environment Pangan dan Lingkungan

1988 Rural Youth Pemuda Desa

1987 Small Farmers Petani-petani Kecil

1986 Fishermen and Fishing Communities Nelayan dan Komunitas Nelayan

1985 Rural Poverty Kemiskinan Desa

1984 Women in Agriculture Wanita dalam Agrikultura

1983 Food Security Keamanan Pangan

1982 Food Comes First Pangan Adalah Utama

1981 Food Comes First Pangan Adalah Utama

Perhatikan bahwa ketahanan pangan (food security) paling sering menjadi tema dalam perayaan Hari Pangan Sedunia. Hal ini penting karena ketahanan pangan merefleksikan kemampuan rata-rata individu untuk mendapatkan makanan dan ketersediannya. Bahkan hal ini dibahas dalam puncak pertemuan dunia mengenai ketahanan pangan yang diajukan direktur FAO Jenderal Jaques Diouf.

Jalan-jalan Happy di grand mall maros

Meriah, festival nambo

Kamis, 12 Desember 2019

festival nambo persiapan

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir secara resmi telah membuka Festival Nambo sebagai ajang pameran edukasi dan kebudayaan setempat yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota di Pantai Nambo Kelurahan Nambo Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Minggu (3/11/2019) yang akan berlangsung selama dua hari kedepan 3-4 November 2019.



Dalam acara festival ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota menampilkan beberapa tarian kebudayaan khas dari Kota Kendari atau Sulawesi Tenggara seperti lulo kreasi, musik bambu dan lomba fashion show pariwisata. Juga menggelar beberapa lomba edukasi seperti mewarnai tingkat kanak-kanak, drum band tingkat SMP dan industri ekraf (ekonomi kreatif).



Pada penyelenggaraan Festival Nambo kali ini, turut hadir beberapa tamu delegasi Hari Pangan Sedunia dari berbagai daerah yaitu perwakilan delegasi HPS Kabupaten Enrekang, Papua Barat, Sorong, Maluku Utara, Sumedang, dan Perwakilan DKI, serta hadir delegasi duta besar dari Negara Armenia.



Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, mengatakan sengaja penyelenggaran festival nambo ini diselenggarakan bersamaan dengan pelaksanaan hari pangan sedunia, supaya tamu-tamu dari berbagai daerah punya alternatif acara selain menyaksikan berbagai acara pameran yang disediakan di HPS.



” Beberapa waktui lalu ketika panitia berkonsultasi, sengaja saya mengarahkan supaya dilaksanakan bersamaan dengan HPS, supaya tamu-tamu dari berbagai daerah bisa menyaksikan pargelaran budaya di festival nambo, sebagai ajang promosi, memperkenalkan berbagai kearifan lokal dan kekayaan budaya yang kita miliki di kota kendari,” ungkap Sulkarnain saat membuka acara festival pantai nambo, Minggu (3/11/2019).